Upaya Indonesia dalam mempercepat transformasi digital di tanah air mendapat pengakuan dari World Digital Competitiveness Ranking (WDCR). Hal ini dibuktikan dengan kenaikan peringkat daya saing digital Indonesia yang signifikan, dari posisi 51 pada tahun 2022 menjadi posisi ke-45 di tahun 2023. Kenaikan ini menunjukkan komitmen dan kerja keras pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan digital.
Tren Positif Daya Saing Digital Indonesia
Tren positif daya saing digital Indonesia ini terlihat dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2019 dan 2020, Indonesia berada di posisi ke-56, kemudian naik ke posisi 53 di tahun 2021, dan 51 di tahun 2022. Kenaikan ini menunjukkan kemajuan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, Indonesia memiliki daya saing digital yang lebih unggul. Indonesia berada di atas India (peringkat 49), Filipina (peringkat 59), dan Mongolia (peringkat 63). Namun, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih tertinggal dari Singapura (peringkat 3), Malaysia (peringkat 33), dan Thailand (peringkat 35).
Faktor Penilaian Daya Saing Digital
Laporan IMD WDCR 2023 menilai daya saing digital 64 negara berdasarkan tiga faktor utama, yaitu:
- Pengetahuan: Faktor ini mengukur tingkat pendidikan, keterampilan digital, dan penelitian dan pengembangan di suatu negara.
- Teknologi: Faktor ini mengukur infrastruktur digital, adopsi teknologi, dan inovasi di suatu negara.
- Kesiapan Masa Depan: Faktor ini mengukur regulasi, kewirausahaan, dan budaya digital di suatu negara.
Berdasarkan laporan IMD WDCR 2023, Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam dua faktor, yaitu pengetahuan dan teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan infrastruktur digital yang semakin memadai untuk mendukung transformasi digital.
Pemeringkatan IMD World Digital Competitiveness (WDC)
Pemeringkatan IMD World Digital Competitiveness (WDC) menganalisis dan memberi peringkat negara-negara berdasarkan sejauh mana mereka mengadopsi dan mengeksplorasi teknologi digital untuk mendorong transformasi dalam praktik pemerintahan, model bisnis, dan masyarakat secara umum. Peringkatan ini didasarkan pada survei terhadap para pemimpin bisnis dan pakar teknologi, serta data statistik yang dikumpulkan dari berbagai sumber.